Teknik Pengajaran Menulis Cerita (Pendek)

Standar

Bagi sebagian siswa menulis cerita dirasakan sebagai wisata hati, sesuatu yang sangat menyenangkan. Melalui cerita seseorang dapat berbagi pengalaman hidup dan berkeluh-kesah. Melalui cerita pula penulis dapat merekam lika-liku kehidupan yang dijalaninya. Masalahnya, bagaimana cara memotivasi siswa yang belum terbiasa menulis cerita?

Pengajaran menulis cerita dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut. Pertama, mencatat yang terlintas, yaitu tuliskan sebanyak mungkin kata yang terlintas dalam pikiran setelah mendengar suatu kata. Misalnya, ketika dikatakan “sandal jepit”, tuliskan “alas kaki, murah, toilet, licin, santai, dsb.”

Kegiatan ini adalah aktivitas pembuka untuk melepaskan sekat-sekat keraguan serta melatih kreativitas berpikir. Umumnya kendala menulis adalah (a) keraguan untuk memulai menulis, (b) keraguan untuk merangkai jalan cerita, dan (c) keraguan apakah tulisannya bagus atau tidak. Hambatan-hambatan itulah yang ingin dikikis melalui kegiatan Mencatat yang Terlintas.

Kedua, mendeskripsikan, yaitu memberikan gambaran tentang suatu objek, tempat, suasana, tokoh, penokohan, dsb. sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan, melihat, mendengar, mencium apa yang dideskripsikan penulis. Latihan pendeskripsian dilakukan dengan cara (a) mendeskripsikan sesuatu yang terlihat, (b) mendeskripsikan sesuatu yang terdengar, (4) mendeskripsikan sesuatu yang tercium, dan (d) mendeskripsikan sesuatu yang teraba. Latihan ini dilakukan satu per satu agar pendeskripsian dapat lebih terfokus dan mendalam (detail).

Latihan pendeskripsian sangat penting karena karya-karya tulis besar yang menarik minat pembaca adalah karya yang berhasil dari segi pendeskripsian. Di antara daya tarik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata adalah karena sukses mendeskripsikan indahnya keberagaman di antara sepuluh sekawan (laskar pelangi). Novel The Davinci Code menjadi menarik karena Dan Brown, pengarangnya, berhasil mendeskripsikan ketegangan Sophie Neveu dan Langdon dalam usahanya memecahkan kode-kode rahasia dan melepaskan diri dari kejaran polisi dan rivalnya. Ketika Cinta Bertasbih menarik untuk dibaca karena Habiburrahman El Shirazy berhasil memberikan penggambaran tentang keuletan Khairul Azzam hingga dapat meraih sukses.

Ketiga, menggunakan pengandaian 180° berbeda. Latihan menulis cerita tidak harus dimulai dengan sesuatu yang baru. Latihan dapat dimulai dengan sesuatu yang sudah dikenal semua siswa. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki gambaran umum tentang apa yang akan dituliskan. Tapi, agar cerita tetap menarik, siswa diharuskan menulis cerita dengan karakteristik tokoh yang berbeda 180°. Misalnya, bila siswa hendak menuliskan kembali cerita “Si Kancil”, maka karakteristik Kancil yang biasanya lebih cerdik daripada Buaya, kali ini diubah 180° berbeda sehingga Buaya dibuat lebih cerdik.

Keempat, menggunakan berbagai sudut pandang (point of view). Sudut pandang artinya dari pandangan mana peristiwa-peristiwa dalam cerita dipaparkan, apakah dari sudut pandang pengarang, tokoh A, atau tokoh B. Di dalam cerita yang utuh, sudut pandang selalu berubah. Oleh karena itu, perubahan sudut pandang merupakan bagian yang harus dilatihkan agar siswa dapat membuat cerita yang lebih variatif dan menarik.

Pada cerita Si Kancil (dengan 180° berbeda), pertama-tama siswa diminta untuk menuliskan cerita dengan sudut pandang Si Kancil. Selanjutnya, siswa diminta untuk membuat cerita tersebut dengan sudut pandang Buaya.

Kegiatan menulis ibarat mengasah gergaji. Bila tidak pernah diasah, gergaji akan tumpul, tak tajam. Tapi, semakin sering gergaji diasah, maka semakin tajam gergaji kita, semain mudah pula kita memakainya. Demikian pula dengan menulis, semakin sering berlatih maka semakin terampil kita menulis.

DAFTAR NILAI MAPEL : BAHASADAFTAR NILAI MAPEL : BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Standar

DAFTAR NILAI
MAPEL : BAHASADAFTAR NILAI
MAPEL : BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

No No Induk Nama Siswa NILAI
PRAKTEK TULIS VERIFIKASI KETERANGAN
1 2965 ABDUL RAHMAN AZIZ 78.00 26.0 75.0
2 2967 AHMAD FAIQIN 78.00 48.0 75.0
3 2968 AHMAD HADAFI 78.00 54.0 78.0
4 2969 AKHMAD EFENDI 89.00 62.0 83.0
5 2970 ANDI 65.00 26.0 75.0
6 2971 DEWINTA DESI FRIDAYANI 80.00 32.0 75.0
7 2972 DONI FIKRUS SHOFI 65.00 46.0 75.0
8 2973 EDI SURIYANTO 80.00 32.0 75.0
9 2974 FADILATUL RAZZAKKI 78.00 40.0 75.0
10 2975 FADURRI 84.00 34.0 75.0
11 2976 FA’IDUL MANNAN 78.00 46.0 75.0
12 2977 FAJAR ARIFIN 85.00 44.0 75.0
13 2978 FARIDA ARTHANIA 95.00 56.0 80.0
14 2979 FARIS FADHILARAHMAN 80.00 54.0 78.0
15 2980 FADI ILAHI 90.00 56.0 80.0
16 2982 HAFIDI 78.00 46.0 75.0
17 2983 HAMIDI 89.00 50.0 75.0
18 2984 INA INDRAWATI 85.00 52.0 78.0
19 2985 INAYATUL JANNAH 86.00 38.0 75.0
20 2986 ISKANDAR 77.00 46.0 75.0
21 2987 JAMAL FAJRI 80.00 42.0 75.0
22 2988 JAUHARIL MAKNUN 79.00 52.0 78.0
23 2989 JONNIE RUDI HARIYANTO 77.00 48.0 75.0
24 2990 KURDI ABRORI 84.00 58.0 80.0
25 2991 LUKMANUL HAKIM 77.00 42.0 75.0
26 2992 MAULANA AINUL YAQIN 80.00 60.0 80.0
27 2993 MAYSARA 80.00 40.0 75.0
28 2994 NOR AZIZA 77.00 44.0 75.0
29 2995 NURMADANI 77.00 46.0 75.0
30 2996 NURUL HUDA 87.00 50.0 75.0
31 2997 RONI SANTURI 77.00 62.0 83.0
32 2998 RUSLI 77.00 40.0 75.0
33 2999 SUPANDIYANTO 77.00 58.0 80.0
34 3000 THORIQ MUSTAQIM 77.00 38.0 75.0
35 3001 TONGSIN 78.00 40.0 75.0
36 3002 VANNI HERADIKAH 85.00 50.0 75.0
37 3003 YUSMIYATI 80.00 52.0 78.0
38 3004 ZILMI ALFAIZIN 80.00 40.0 75.0
39 3005 ABDUL HALIS 80.00 62.0 83.0
40 3006 AHMAD NAJIH SIRAJUDDIN 80.00 64.0 83.0
41 3007 AHMAD SAIFUDDIN 76.00 66.0 83.0
42 3008 ANIS KALYUBI 85.00 60.0 80.0
43 3009 ANIS YULIA RACHMAN 87.00 64.0 83.0
44 3010 BARRATUT TAQIYAH 90.00 70.0 85.0
45 3012 DESI MELANIA DWI ANITA 88.00 64.0 83.0
46 3013 DEVI INDANASULFA 86.00 54.0 78.0
47 3014 DIDIK MARSUKI 82.00 68.0 85.0
48 3015 DONI BACHTIAR 84.00 60.0 80.0
49 3016 ELI FAUZAH 87.00 52.0 78.0
50 3017 FAIZAH HAMIDIYAH 85.00 66.0 83.0
51 3018 FATHOR RAHMAN 77.00 58.0 80.0
52 3019 FAQIH ASSIDIQI 87.00 56.0 80.0
53 3020 FERLI DONIANSAH 83.00 56.0 80.0
54 3021 FITRIYAH KULSUM 90.00 72.0 88.0
55 3022 HABIBUR RAHMAN 80.00 50.0 75.0
56 3023 IMAM AL FAKIH 82.00 66.0 83.0
57 3024 IMRAATUL MUFIDAH 81.00 68.0 85.0
58 3025 IFAN ANDI SANDI MILANIE 85.00 64.0 83.0
59 3026 KHOIRUL FAIZIN 83.00 70.0 85.0
60 3027 MIFTAHOL ARIFIN 76.00 72.0 88.0
61 3028 MOH. RIZAL FAHLUPI 81.00 58.0 80.0
62 3029 NAJMA HOZILAH 90.00 72.0 88.0
63 3030 NURHADI SAPUTRA 84.00 58.0 80.0
64 3031 NURHOLIS 78.00 54.0 78.0
65 3032 REKA MELDA TAMARA 83.00 64.0 83.0
66 3033 RENDRA DWI JENI HARISKA 78.00 68.0 85.0
67 3034 REYNALDI KURNIAWAN 80.00 74.0 88.0
68 3035 RIHANA 80.00 52.0 78.0
69 3036 RISQI RAMADHAN 82.00 62.0 83.0
70 3037 RISTI RUSTIANA 90.00 72.0 88.0
71 3038 SARI FILLA ATIKA 85.00 54.0 78.0
72 3039 SIGIT ESTU WAHYUDI 90.00 54.0 78.0
73 3040 SITI FATIMATUL JANNAH 80.00 66.0 83.0
74 3041 SITI HAMIDAH 83.00 56.0 80.0
75 3042 SITI MAULATIN NIKMAH 80.00 68.0 85.0
76 3043 SOPI HIMATUL KAMILA 80.00 68.0 85.0
77 3044 ACH. FAUZI 90.00 48.0 75.0
78 3045 ACHMAD 77.00 48.0 75.0
79 3046 ANGGI SETIAWAN 75.00 22.0 75.0
80 3047 ANIS MAHDI 79.00 54.0 78.0
81 3048 UFIN LIANDANI 78.00 56.0 80.0
82 3049 BADRIYATUS SOFA 77.00 54.0 78.0
83 3050 DEVI NOVITA SARI 88.00 62.0 83.0
84 3052 EDI SULHAN 82.00 34.0 75.0
85 3053 EKO PRASETYO 80.00 42.0 75.0
86 3054 FAIDUL MANAN APRILIANSYAH 75.00 44.0 75.0
87 3055 FAQIH ARIFIN 77.00 26.0 75.0
88 3056 FEBRIYANTO 85.00 40.0 75.0
89 3057 FIRMAN MAULIDI 82.00 46.0 75.0
90 3058 FITRIYAH 90.00 56.0 80.0
91 3059 HERI ANGGARA 81.00 42.0 75.0
92 3060 HERIYANTO 90.00 58.0 80.0
93 3061 HERLIANTO 82.00 50.0 75.0
94 3062 ILHAM SAURI 80.00 30.0 75.0
95 3063 IMAM JAUHARI 75.00 36.0 75.0
96 3065 IVAN JANUAR RUSADI 76.00 40.0 75.0
97 3066 JUMAIDI 85.00 38.0 75.0
98 3067 JUNAIDI 75.00 38.0 75.0
99 3068 KURDIANTO 80.00 34.0 75.0
100 3069 MOHAMMAD JAKFAR SYADIK 85.00 62.0 83.0
101 3070 MOH. RIZAL FAHLEFI 75.00 56.0 80.0
102 3071 NORHASIYA 87.00 34.0 75.0
103 3072 PUTRI AMILIA CHANDRA 90.00 42.0 75.0
104 3073 QURRATUL AINI 76.00 50.0 75.0
105 3074 SAHRAWI 75.00 24.0 75.0
106 3075 SELVIA SRIAYU 90.00 66.0 83.0
107 3077 SYAIFUL BAHRI 85.00 42.0 75.0
108 3078 ANIYATI 78.00 46.0 75.0
109 3079 YOSI ARISANDI 85.00 56.0 80.0
110 3080 ZAHRATUL LAILI 80.00 46.0 75.0
111 3081 ZAIFUR RAHMAN 75.00 42.0 75.0
112 3082 ZEINATUL FITRIYAH 88.00 52.0 78.0
113 3083 ZAINUL MUKIT 82.00 54.0 78.0
114 3084 ZAINUR RAHMAN A 75.00 52.0 78.0
115 3085 ZAINUR RAHMAN B 92.00 36.0 75.0
116 3087 ACH. NUR FAJRI RAHMAN 80.00 48.0 75.0
117 3088 ACH YANI 82.00 58.0 80.0
118 3089 AKHMAD IMAM ASY’ARI 90.00 66.0 83.0
119 3090 ALAN BUDI PRATAMA PUTRA 83.00 62.0 83.0
120 3091 ARINDA BELLA PERTIWI 80.00 40.0 75.0
121 3092 AZIS WARNO 77.00 42.0 75.0
122 3093 DAIWAN SOFYAN 75.00 54.0 78.0
123 3094 DODI FIKRUL KHAIR 75.00 28.0 75.0
124 3095 EDI HARTONO 77.00 56.0 80.0
125 3096 ERIK AFANDI 81.00 46.0 75.0
126 3097 HAERUL 80.00 30.0 75.0
127 3098 HAIRUL MAKNUN 76.00 44.0 75.0
128 3100 HERMIN FATMAWATI 80.00 36.0 75.0
129 3101 IVAN KHOFIFUR ROHMAN 90.00 40.0 75.0
130 3103 LUKMAN NURRAHMAN 80.00 42.0 75.0
131 3104 LULU’ ALMA’NUN 85.00 52.0 78.0
132 3105 MAKKI JAMIL 85.00 32.0 75.0
133 3106 MASWADI ABDUR RAUF 80.00 64.0 83.0
134 3107 MIKE DEWI SEPTIANTI 80.00 38.0 75.0
135 3108 MILDAN DWI WAHYU SAPUTRA 85.00 52.0 78.0
136 3109 MOH. HAMKA 80.00 46.0 75.0
137 3110 IKBAL 77.00 50.0 75.0
138 3111 MUHAMMAD SOFI 70.00 50.0 75.0
139 3112 MUKMINATUR RISKIYAH 80.00 66.0 83.0
140 3113 MUNDZIR MUTAMMAN 85.00 50.0 75.0
141 3114 NAULIL ALAN NUWARI 80.00 32.0 75.0
142 3115 NUR AFNI DEVIYANA 77.00 30.0 75.0
143 3116 RIJAL RUMANSA 78.00 54.0 78.0
144 3117 SABRIYANTO 80.00 48.0 75.0
145 3118 SELVONNA KADRUNNADA 85.00 50.0 75.0
146 3119 SIPDA TRI AGUSTIN 88.00 52.0 78.0
147 3120 SITI FANNAH 90.00 40.0 75.0
148 3121 SITI HORRIYAH 80.00 38.0 75.0
149 3122 SURAKIP 77.00 36.0 75.0
150 3123 USWATUN HASANAH 88.00 46.0 75.0
151 3125 ZAINUL HASAN 77.00 40.0 75.0
152 3126 ZAINUR RAHMAN C 77.00 44.0 75.0
153 3127 MAHBUB 80.00 62.0 83.0
154 3466 LINA FITRI SHAFIKA 90.00 60.0 80.0

Guru Bidang Studi

ACH. WAHYUDI, S. DAN SASTRA INDONESIA

No No Induk Nama Siswa NILAI
PRAKTEK TULIS VERIFIKASI KETERANGAN
1 2965 ABDUL RAHMAN AZIZ 78.00 26.0 75.0
2 2967 AHMAD FAIQIN 78.00 48.0 75.0
3 2968 AHMAD HADAFI 78.00 54.0 78.0
4 2969 AKHMAD EFENDI 89.00 62.0 83.0
5 2970 ANDI 65.00 26.0 75.0
6 2971 DEWINTA DESI FRIDAYANI 80.00 32.0 75.0
7 2972 DONI FIKRUS SHOFI 65.00 46.0 75.0
8 2973 EDI SURIYANTO 80.00 32.0 75.0
9 2974 FADILATUL RAZZAKKI 78.00 40.0 75.0
10 2975 FADURRI 84.00 34.0 75.0
11 2976 FA’IDUL MANNAN 78.00 46.0 75.0
12 2977 FAJAR ARIFIN 85.00 44.0 75.0
13 2978 FARIDA ARTHANIA 95.00 56.0 80.0
14 2979 FARIS FADHILARAHMAN 80.00 54.0 78.0
15 2980 FADI ILAHI 90.00 56.0 80.0
16 2982 HAFIDI 78.00 46.0 75.0
17 2983 HAMIDI 89.00 50.0 75.0
18 2984 INA INDRAWATI 85.00 52.0 78.0
19 2985 INAYATUL JANNAH 86.00 38.0 75.0
20 2986 ISKANDAR 77.00 46.0 75.0
21 2987 JAMAL FAJRI 80.00 42.0 75.0
22 2988 JAUHARIL MAKNUN 79.00 52.0 78.0
23 2989 JONNIE RUDI HARIYANTO 77.00 48.0 75.0
24 2990 KURDI ABRORI 84.00 58.0 80.0
25 2991 LUKMANUL HAKIM 77.00 42.0 75.0
26 2992 MAULANA AINUL YAQIN 80.00 60.0 80.0
27 2993 MAYSARA 80.00 40.0 75.0
28 2994 NOR AZIZA 77.00 44.0 75.0
29 2995 NURMADANI 77.00 46.0 75.0
30 2996 NURUL HUDA 87.00 50.0 75.0
31 2997 RONI SANTURI 77.00 62.0 83.0
32 2998 RUSLI 77.00 40.0 75.0
33 2999 SUPANDIYANTO 77.00 58.0 80.0
34 3000 THORIQ MUSTAQIM 77.00 38.0 75.0
35 3001 TONGSIN 78.00 40.0 75.0
36 3002 VANNI HERADIKAH 85.00 50.0 75.0
37 3003 YUSMIYATI 80.00 52.0 78.0
38 3004 ZILMI ALFAIZIN 80.00 40.0 75.0
39 3005 ABDUL HALIS 80.00 62.0 83.0
40 3006 AHMAD NAJIH SIRAJUDDIN 80.00 64.0 83.0
41 3007 AHMAD SAIFUDDIN 76.00 66.0 83.0
42 3008 ANIS KALYUBI 85.00 60.0 80.0
43 3009 ANIS YULIA RACHMAN 87.00 64.0 83.0
44 3010 BARRATUT TAQIYAH 90.00 70.0 85.0
45 3012 DESI MELANIA DWI ANITA 88.00 64.0 83.0
46 3013 DEVI INDANASULFA 86.00 54.0 78.0
47 3014 DIDIK MARSUKI 82.00 68.0 85.0
48 3015 DONI BACHTIAR 84.00 60.0 80.0
49 3016 ELI FAUZAH 87.00 52.0 78.0
50 3017 FAIZAH HAMIDIYAH 85.00 66.0 83.0
51 3018 FATHOR RAHMAN 77.00 58.0 80.0
52 3019 FAQIH ASSIDIQI 87.00 56.0 80.0
53 3020 FERLI DONIANSAH 83.00 56.0 80.0
54 3021 FITRIYAH KULSUM 90.00 72.0 88.0
55 3022 HABIBUR RAHMAN 80.00 50.0 75.0
56 3023 IMAM AL FAKIH 82.00 66.0 83.0
57 3024 IMRAATUL MUFIDAH 81.00 68.0 85.0
58 3025 IFAN ANDI SANDI MILANIE 85.00 64.0 83.0
59 3026 KHOIRUL FAIZIN 83.00 70.0 85.0
60 3027 MIFTAHOL ARIFIN 76.00 72.0 88.0
61 3028 MOH. RIZAL FAHLUPI 81.00 58.0 80.0
62 3029 NAJMA HOZILAH 90.00 72.0 88.0
63 3030 NURHADI SAPUTRA 84.00 58.0 80.0
64 3031 NURHOLIS 78.00 54.0 78.0
65 3032 REKA MELDA TAMARA 83.00 64.0 83.0
66 3033 RENDRA DWI JENI HARISKA 78.00 68.0 85.0
67 3034 REYNALDI KURNIAWAN 80.00 74.0 88.0
68 3035 RIHANA 80.00 52.0 78.0
69 3036 RISQI RAMADHAN 82.00 62.0 83.0
70 3037 RISTI RUSTIANA 90.00 72.0 88.0
71 3038 SARI FILLA ATIKA 85.00 54.0 78.0
72 3039 SIGIT ESTU WAHYUDI 90.00 54.0 78.0
73 3040 SITI FATIMATUL JANNAH 80.00 66.0 83.0
74 3041 SITI HAMIDAH 83.00 56.0 80.0
75 3042 SITI MAULATIN NIKMAH 80.00 68.0 85.0
76 3043 SOPI HIMATUL KAMILA 80.00 68.0 85.0
77 3044 ACH. FAUZI 90.00 48.0 75.0
78 3045 ACHMAD 77.00 48.0 75.0
79 3046 ANGGI SETIAWAN 75.00 22.0 75.0
80 3047 ANIS MAHDI 79.00 54.0 78.0
81 3048 UFIN LIANDANI 78.00 56.0 80.0
82 3049 BADRIYATUS SOFA 77.00 54.0 78.0
83 3050 DEVI NOVITA SARI 88.00 62.0 83.0
84 3052 EDI SULHAN 82.00 34.0 75.0
85 3053 EKO PRASETYO 80.00 42.0 75.0
86 3054 FAIDUL MANAN APRILIANSYAH 75.00 44.0 75.0
87 3055 FAQIH ARIFIN 77.00 26.0 75.0
88 3056 FEBRIYANTO 85.00 40.0 75.0
89 3057 FIRMAN MAULIDI 82.00 46.0 75.0
90 3058 FITRIYAH 90.00 56.0 80.0
91 3059 HERI ANGGARA 81.00 42.0 75.0
92 3060 HERIYANTO 90.00 58.0 80.0
93 3061 HERLIANTO 82.00 50.0 75.0
94 3062 ILHAM SAURI 80.00 30.0 75.0
95 3063 IMAM JAUHARI 75.00 36.0 75.0
96 3065 IVAN JANUAR RUSADI 76.00 40.0 75.0
97 3066 JUMAIDI 85.00 38.0 75.0
98 3067 JUNAIDI 75.00 38.0 75.0
99 3068 KURDIANTO 80.00 34.0 75.0
100 3069 MOHAMMAD JAKFAR SYADIK 85.00 62.0 83.0
101 3070 MOH. RIZAL FAHLEFI 75.00 56.0 80.0
102 3071 NORHASIYA 87.00 34.0 75.0
103 3072 PUTRI AMILIA CHANDRA 90.00 42.0 75.0
104 3073 QURRATUL AINI 76.00 50.0 75.0
105 3074 SAHRAWI 75.00 24.0 75.0
106 3075 SELVIA SRIAYU 90.00 66.0 83.0
107 3077 SYAIFUL BAHRI 85.00 42.0 75.0
108 3078 ANIYATI 78.00 46.0 75.0
109 3079 YOSI ARISANDI 85.00 56.0 80.0
110 3080 ZAHRATUL LAILI 80.00 46.0 75.0
111 3081 ZAIFUR RAHMAN 75.00 42.0 75.0
112 3082 ZEINATUL FITRIYAH 88.00 52.0 78.0
113 3083 ZAINUL MUKIT 82.00 54.0 78.0
114 3084 ZAINUR RAHMAN A 75.00 52.0 78.0
115 3085 ZAINUR RAHMAN B 92.00 36.0 75.0
116 3087 ACH. NUR FAJRI RAHMAN 80.00 48.0 75.0
117 3088 ACH YANI 82.00 58.0 80.0
118 3089 AKHMAD IMAM ASY’ARI 90.00 66.0 83.0
119 3090 ALAN BUDI PRATAMA PUTRA 83.00 62.0 83.0
120 3091 ARINDA BELLA PERTIWI 80.00 40.0 75.0
121 3092 AZIS WARNO 77.00 42.0 75.0
122 3093 DAIWAN SOFYAN 75.00 54.0 78.0
123 3094 DODI FIKRUL KHAIR 75.00 28.0 75.0
124 3095 EDI HARTONO 77.00 56.0 80.0
125 3096 ERIK AFANDI 81.00 46.0 75.0
126 3097 HAERUL 80.00 30.0 75.0
127 3098 HAIRUL MAKNUN 76.00 44.0 75.0
128 3100 HERMIN FATMAWATI 80.00 36.0 75.0
129 3101 IVAN KHOFIFUR ROHMAN 90.00 40.0 75.0
130 3103 LUKMAN NURRAHMAN 80.00 42.0 75.0
131 3104 LULU’ ALMA’NUN 85.00 52.0 78.0
132 3105 MAKKI JAMIL 85.00 32.0 75.0
133 3106 MASWADI ABDUR RAUF 80.00 64.0 83.0
134 3107 MIKE DEWI SEPTIANTI 80.00 38.0 75.0
135 3108 MILDAN DWI WAHYU SAPUTRA 85.00 52.0 78.0
136 3109 MOH. HAMKA 80.00 46.0 75.0
137 3110 IKBAL 77.00 50.0 75.0
138 3111 MUHAMMAD SOFI 70.00 50.0 75.0
139 3112 MUKMINATUR RISKIYAH 80.00 66.0 83.0
140 3113 MUNDZIR MUTAMMAN 85.00 50.0 75.0
141 3114 NAULIL ALAN NUWARI 80.00 32.0 75.0
142 3115 NUR AFNI DEVIYANA 77.00 30.0 75.0
143 3116 RIJAL RUMANSA 78.00 54.0 78.0
144 3117 SABRIYANTO 80.00 48.0 75.0
145 3118 SELVONNA KADRUNNADA 85.00 50.0 75.0
146 3119 SIPDA TRI AGUSTIN 88.00 52.0 78.0
147 3120 SITI FANNAH 90.00 40.0 75.0
148 3121 SITI HORRIYAH 80.00 38.0 75.0
149 3122 SURAKIP 77.00 36.0 75.0
150 3123 USWATUN HASANAH 88.00 46.0 75.0
151 3125 ZAINUL HASAN 77.00 40.0 75.0
152 3126 ZAINUR RAHMAN C 77.00 44.0 75.0
153 3127 MAHBUB 80.00 62.0 83.0
154 3466 LINA FITRI SHAFIKA 90.00 60.0 80.0

Guru Bidang Studi

ACH. WAHYUDI, S.Pd, M.M.
M.

Materi Teknik Persidangan Organisasi

Standar

1. DASAR PEMIKIRAN

Permusyawaratan dalam MUBES/KONGRES/RAKER membutuhkan persidangan-persidangan. Hal ini dilakukan secara fokus dan berimbang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Keputusan terbaik pada akhirnya akan lahir dari pemahaman dan ketaatan terhadap aturan didalam sebuah persidangan.

Persidangan didefinisikan sebagai pertemuan formal organisasi guna membahas masalah tertentu dalam upaya untuk menghasilkan keputusan yang dijadikan sebagai sebuah Ketetapan. Keputusan dari persidangan ini akan mengikat kepada seluruh elemen organisasi selama belum diadakan perubahan atas ketetapan tersebut. Ketetapan ini sifatnya final sehingga berlaku bagi yang setuju ataupun yang tidak, hadir ataupun tidak hadir ketika persidangan berlangsung

 

2.JENIS PERSIDANGAN

1)Sidang Pleno

a.Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan

b.Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang

c.Sidang Pleno dipandu oleh Steering Committee

d.Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Permusyawaratan

2).Sidang Paripurna

a. Sidang Paripurna diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan

b. Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang

c. Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang berhubungan dengan Permusyawaratan

3).Sidang Komisi

a. Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing Komisi

b. Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno

c. Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang Sekretaris Sidang Komisi

d. Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam Komisi tersebut

e. Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari Komisi yang bersangkutan

 

3. ATURAN PERSONALIA SIDANG

1.Peserta

Hak peserta:

a. Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis

b. Hak Suara, adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan

c. Hak Memilih, adalah hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan

d. Hak Dipilih, adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan

Kewajiban peserta:

a. Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan

b. Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan

2.Peninjau

Hak Peninjau:

-.Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tertulis

Kewajiban Peninjau:

a. Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan

b. Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan

3.Presidium Sidang

a. Presidium Sidang dipilih dari dan oleh peserta Permusyawaratan melalui Sidang Pleno yang dipandu oleh Panitia Pengarah

b. Presidium Sidang bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya persidangan seperti aturan yang disepakati peserta

c. Presidium Sidang berkuasa untuk memimpin dan menjalankan tata tertib persidangan

 

4. ATURAN KETUKAN PALU dan kondisi-kondisi lain :

a. 1 kali ketukan

a. Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang.

b. Mengesahkan keputusan/kesepakatan peserta sidang poin perpoin (keputusan sementara).

c. Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh.

d. Menskors dan mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang.

e. Mencabut kembali / membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru.

b. 2 kali ketukan :

Untuk menskorsing atau mencabut skorsing dalam waktu yang cukup lama, misalnya istirahat, lobying, sholat, makan.

Skorsing ialah penundaan persidangan untuk sementara waktu.

Lobying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan

c. 3 kali ketukan :

a. Membuka/menutup sidang atau acara resmi.

b. Mengesahkan keputusan final /akhir hasil sidang.

 

Contoh kalimat yang dipakai oleh Presidium Sidang

1. Membuka sidang

“Dengan mengucap Bismilahirahmanirahim, sidang pleno I saya nyatakan dibuka. “ tok…….tok…….tok

2. Menutup sidang

“Dengan mengucap Alhamdulillahriabilalamin, sidang pleno I saya nyatakan ditutup.” Tok……..tok……..tok

3. Mengalihkan pimpinan sidang

“Dengan ini pimpinan sidang saya alihkan kepada pimpinan sidang berikutnya” tok.

4. Mengambil alih pimpinan sidang

“Dengan ini pimpinan sidang saya ambil alih “ tok

5. Menskorsing sidang

“Dengan ini sidang saya skorsing selama 15 menit” tok……….tok.

6. Mencabut skorsing

“Dengan ini skorsing 15 menit saya cabut dan saya nyatakan sidang dilanjutkan“ tok…….tok

7. Memberi peringatan kepada peserta sidang

Tok………. “Peserta sidang harap tenang !”

 

Syarat-syarat Presidium Sidang :

a. Mempunyai sifat leadership, bijaksana dan bertanggung jawab

b. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang persidangan

c. Peka terhadap situasi dan cepat mengambil inisiatif dalam situasi kritis

d. Mampu mengontrol emosi sehingga tidak terpengaruh kondisi persidangan

 

Sikap Presidium Sidang :

a. Simpatik, menarik, tegas dan disiplin

b. Sopan dan hormat dalam kata dan perbuatan

c. Adil, bijaksanan dan menghargai pendapat peserta

 

4. QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1.Persidangan dinyatakan syah/quorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ n + 1 dari peserta yang terdaftar pada Panitia (OC)

2.Setiap keputusan didasarkan atas musyawarah untuk mufakat, dan jika tidak berhasil diambil melalui suara terbanyak

(½ + 1) dari peserta yang hadir di persidangan

3.Bila dalam pengambilan keputusan melalui suara terbanyak terjadi suara seimbang, maka dilakukan lobbying sebelum

dilakukan pemungutan suara ulang

 

5. INTERUPSI

Ialah suatu bentuk selaan atau memotong pembicaraan dalam sidang karena adanya masukan yang perlu diperhatikan

untuk pelaksanaan sidang tersebut.

 

Macam macam interupsi antara lain.

1.Interuption of order, Bentuk interupsi yang dilakukan untuk meminta penjelasan atau memberikan masukan yang berkaitan dengan jalannya persidangan. Mis. saat pembicaraan sudah melebar dari pokok masalah maka seseorang berhak mengajukan interuption of order agar persidangan dikembalikan lagi pada pokok masalahnya sehingga tidak melebar dan semakin bias.

2.Interruption of information, Bentuk interupsi berupa informasi yang perlu diperhatikan oleh seluruh peserta siding termasuk pimpinan sidang. Informasi bisa internal (mis. informasi atau data tentang topik yang dibahas) ataupun eksternal (mis. situasi kondisi di luar ruang sidang yang mungkin dapat berpengaruh terhadap jalannya persidangan).

3.Interruption of clarification, Bentuk interupsi dalam rangka meminta klarifikasi tentang pernyataan peserta siding lainnya agar tidak terjadi penangkapan bias ketika seseorang memberikan tanggapan atau sebuah penegasan terhadap suatu pernyataan.

4.Interruption of explanation, Bentuk interupsi untuk menjelaskan suatu pernyataan yang kita sampaikan agar tidak ditangkap keliru oleh peserta lain atau suatu pelurusan terhadap pernyataan kita.

5. Interruption of personal, Bentuk interupsi yang disampaikan bila pernyataan yang disampaikan oleh peserta lain sudah diluar pokok masalah dan cenderung menyerang secara pribadi.

 

Pelaksanaan Interupsi :

1. Interupsi dilakukan dengan mengangkat tangan terlebih dahulu, dan berbicara setelah mendapat ijin dari Presidium Sidang

2. Interupsi diatas interupsi hanya berlaku selama tidak menggangu persidangan

3. Apabila dalam persidangan, Presidium Sidang tidak mampu menguasai dan mengendalikan jalannya persidangan, maka Panitia Pengarah (SC) diberikan wewenang untuk mengambil alih jalannya persidangan, atas permintaan Presidium Sidang dan atau Peserta Sidang

 

6. Tata Tertib

Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta pada saat persidangan dengan memperhatikan aturan umum organisasi dan nilai-nilai universal dimasyarakat.

 

7. Sanksi-sanksi

Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dan kewajiban yang ditentukan dalam tata tertib persidangan akan dikenakan sanksi dengan mempertimbangkan saran, dan usulan peserta.

 

8. TEKNIK RAPAT

a. Pengertian

Rapat mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian yang luas rapat dapat menjadi sebuah permusyawaratan, yang melibatkan banyak peserta dan membahas banyak permasalahan penting. Sedangkan dalam pengertian yang lebih kecil, rapat dapat berupa diskusi yang hanya melibatkan beberapa peserta dengan pembahasan yang lebih sederhana. Dalam Sub bab ini hal-hal yang berkaitan dengan permusyawaratan tidak lagi diuraikan, dan lebih kepada rapat dalam pengertian umum/sederhana secara teknis.

 

b. Jenis Rapat

1.Rapat Anggota

2.Rapat Pengurus (Rapat Kerja,Rapat Koordinasi, Rapat Pimpinan,dsb).

3.Diskusi.

 

c. Fungsi Rapat

1.Penyampaian informasi

2.Pemecahan masalah

3.Mengidentifikasi masalah.

4.Menentukan alternatif.

5.Menguji alternatif.

6.Rapat implementasi.

 

d. Prosedur Penyelenggaraan Rapat

1.Persiapan

a.Menyiapkan rencana.

b.Menyiapkan agenda rapat.

c.Menyiapkan kertas kerja.

d.Menyiapkan pembicara/peserta.

e.waktu.

e.Pengambilan keputusan.

f.Penutupan rapat.

 

2.Pelaporan dan Evaluasi

a.Pelaporan

-Jelas, lengkap dan singkat.

-Pembuat laporan harus mengikuti rapat secara penuh.

-Isi : tanggal/jam, jumlah peserta, pembicara, pokok pembicaraan, keputusan.

b.Evaluasi

-Dilakukan bersama panitia/pengurus.

-Yang dievaluasi adalah semua kegiatan rapat dari persiapan, pelaksanaan, dan hasil.

 

e. Yang berperan dalam Rapat

1.Pemimpin Rapat.

2.Peserta Rapat.

3.Undangan dan nara sumber.

4.Materi/bahan rapat.

5.Tata ruang dan tempat duduk.

 

f. Persyaratan Pemimpin Rapat

1.Memiliki sikap, tingkah laku, karakter, dan penampilan yang baik.

2.Menguasai permasalahan, dapat mencari jalan keluar.

3.Memberi kepercayaan dan netral terhadap peserta.

4.Pandai menerapkan gaya kepemimpinan

 

g. Upaya mensukseskan Rapat

1.Penyelenggaraan yang efektif dan efisien.

2.Pemimpin Rapat harus :

a.Aktif, tegas, mampu membimbing, mengarahkan, dan mencegah pembicaraan yang menyimpang.

b.Diterima sebagai pemimpin, punya integritas dan konsekuen

c.Bicara jelas, tidak mendominasi, terbuka dan dapat menumbuhkan keberanian berbicara / mengemukakan pendapat.

 

3.Hal-hal lain yang perlu :

a.Peserta rapat jangan berdebat tentang hal-hal yang tidak relevan dengan agenda rapat.

b.Hindarkan adanya gangguan dari luar.

c.Jika ada pertanyaan seyogyanya tidak dijawab sendiri oleh pimpinan rapat.

d.Rapat jangan buru-buru selesai dan juga terlalu lama.

 

 

Indikator Rapat yang berhasil

1.Semua undangan/peserta hadir.

2.Prasarana dan sarana memenuhi kebutuhan rapat.

3.Peserta aktif dan banyak masukan.

4.Masalah yang dirapatkan dapat dipecahkan.

5.Sasaran yang direncanakan tercapai.

6.Keputusan rapat dapat dilaksanakan.

 

 

9. TEKNIK DISKUSI

Pengertian Diskusi

Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan. Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat ialah adu argumentasi, adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.

 

Manfaat Diskusi

1.Ditinjau dari aspek kepemimpinan, salah satu cara yang baik untuk mengadakan komunikasi dan konsultasi

2.Ditinjau dari segi bahan yang dihadapi, dapat memperdalan wacana/ pengetahuan seseorang mengenai sesuatu.

 

Pola-Pola Diskusi

1. Prasaran

f.Penyajian bahan pokok oleh satu atau beberapa orang pembicara dengan prasaran tertulis (makalah, kertas kerja).

g.Tanggapan terhadap bahan pokok oleh pembicara lain (penyanggah / pembahas).

h.Tanggapan peserta diskusi (forum) terhadap bahan pokok.

 

 

2. Ceramah

a.Seorang / lebih penceramah menguraikan bahan pokok.

b.Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan dari forum untuk meminta penjelasan yang lebih teliti.

 

ØDiskusi Panel

c.Bahan pokok disajikan oleh beberapa panelis. Panelis meninjau masalah dari segi tertentu.

d.Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan forum untuk meminta penjelasan dari panelis.

 

ØBrainstorming

c.Bahan pokok yang dipersiapkan ditawarkan kepada peserta diskusi oleh pimpinan.

d.Tiap peserta diminta pendapat dan gagasannya. Sebanyak mungkin orang diajak bicara dan setiap ide dicatat.

e.Berbagai ide disimpulkan dan ditarik benang merahnya. Kesimpulan ini kemudian dijadikan kerangkan pembicaraan

dan pembahasan lebih lanjut.

 

 

Persyaratan Diskusi

1.Berkomunikasi dalam kelompok dengan catatan :

a.Tata tertib tidak ketat.

b.Setiap orang diberi kesempatan berbicara.

c.Kesediaan untuk berkompromi.

2.Bagi peserta diskusi :

a.Pengertian yang menyeluruh tentang pokok pembicaraan.

b.Sanggup berpikir bebas dan lugas.

c.Pandai mendengar, menjabarkan dan menganalisa.

d.Mau menerima pendapat orang lain yang benar.

e.Pandai bertanya dan menolak secara halus pendapat lain.

 

3.Bagi pemimpin diskusi :

a.Sikap hati-hati,cerdas,tanggap.

b.Pandai menyimpulkan.

c.Sikap tidak memihak.